
Momen kali ini bertepatan dengan memeriahkan Hari Anak Nasional yang setiap tahunnya diperingati setiap tanggal 23 Juli. Maka dengan semangat yang sama kami di sekolah juga telah mempersiapkan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mendukung segala proses tumbuh kembang anak dan memastikan 4 pilar hak dasar anak-anak kami di 3 lembaga ini dapat benar-benar mereka sendiri ketahui dan benar-benar mereka dapatkan.
Sharing dan diskusi tentang bambu dan cara pengolahan oleh narasumber.
Pada pelaksanaan Hari Anak Nasional pada tahun 2026 kali ini Yayasan Bambu Lingkungan Lestari yang merupakan salah satu organisasi non profit yang konsen bergerak dalam isu lingkungan, kemitraan dan kolaborasi melaksanakan kegiatan pelatihan di 3 sekolah di Kabupaten Manggarai.
Dengan menggunakan pendekatan bamboo goes to school mengusung tema “Partisipasi Anak Membangun Masa Depan Yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 24–25 Juli 2026 yang dilaksanakan terpusat di SMPN 7 Satarmese serta melibatkan murid dan guru dari SDK Woa dan SMAN 4 Satarmese yang ketiga sekolah tersebut berada di Desa Koak, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Pada hari pertama kegiatan Jumat, 24 Juli 2026 dilaksanakan beberapa kegiatan antara lain; Pagi ceria dalam hal ini kegiatannya adalah senam anak Indonesia sehat, senam pramuka serta kegiatan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat melalui kegiatan permainan edukasi yang diikuti oleh 155 murid SMPN 7 Satarmese, 35 murid perwakilan SMAN 4 Satarmese dan 35 murid perwakilan dari SDK Woa. Semua kegiatan ini terpusat di lapangan upacara SMP 7 Satarmese.
Setelah kegiatan ini Pagi Ceria ini dilaksanakan dilanjutkan pemaparan materi dan diskusi oleh narasumber dari YBLL kepada seluruh peserta kegiatan. Sebelum dilaksanakan kegiatan sharing dan diskusi oleh narasumber kegiatan diawali dengan acara pembukaan kegiatan.
Kepala SMPN 7 Satarmese, Max Edon membuka kegiatan pelatihan bamboo goes to school.
Dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada YBLL yang telah memilih 3 lembaga pendidikan yang ada di Desa Koak dalam kegiatan pelatihan kali ini. Kegiatan semacam ini adalah bentuk nyata semangat kolaborasi dan kemitraan strategis bagi sekolah dengan terbuka dengan semua pihak yang memiliki visi yang sama untuk peningkatan kualitas manusia dan generasi muda kedepan.
Sesuai tagline sekolah kami “Inovasi sebagai Solusi” mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk semua, maka pertama kali saya dihubungi oleh YBLL terkait rencana kegiatan hari ini dan besok, saya sebagai penanggungjawab sangat antusias untuk terselenggaranya kegiatan ini di sekolah. Apalagi kegiatan ini juga bisa mengakomodir 2 sekolah lainnya yang ada dilingkungan yang saling berdekatan yaitu SDK Woa dan SMAN 4 Satarmese.
Momen kali ini bertepatan dengan memeriahkan Hari Anak Nasional yang setiap tahunnya diperingati setiap tanggal 23 Juli. Maka dengan semangat yang sama kami di sekolah juga telah mempersiapkan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mendukung segala proses tumbuh kembang anak dan memastikan 4 pilar hak dasar anak-anak kami di 3 lembaga ini dapat benar-benar mereka sendiri ketahui dan benar-benar mereka dapatkan.
Hak kelangsungan hidup, hak tumbuh kembang, hak mendapatkan perlindungan, serta hak berpartisipasi yang semuanya ini harus menjadi pegangan bagi semua pihak baik kami sebagai Guru, orang tua dan sebagai anggota masyarakat untuk terus berupaya berbenah memenuhi hak dasar anak.
Dari kemitraan dengan YBLL ini ada kolaborasi yang nyata untuk memeriahkan HAN tahun ini dengan lebih semarak dan memiliki nilai positif jika kita bisa melaksanakan semua agenda selama 2 hari ini kedepan. Pihak sekolah telah menyiapkan beberapa agenda seperti kegiatan pagi ceria aktivitasnya berupa senam bersama anak Indonesia hebat, senam pramuka, acara hiburan menampilkan bakat-bakat yang dimiliki murid dalam olah vokal, tarian, bermain bola kaki dan bola voli.
Sementara dari YBLL melaksanakan sharing dan diskusi terkait manfaat bambu, cara budidaya, perawatan sampai pada pelatihan pengolahan bambu menjadi barang bernilai ekonomis serta teknik khusus pengawetan bambu agar bertahan lama. Kegiatan-kegiatan ini akan menambah kasana pengetahuan, meningkatkan daya kreatifitas semua warga sekolah mengolah semua potensi yang ada disekitar kita dalam hal ini bambu menjadi barang yang bernilai ekonomis.
Untuk itu kami semua menyampaikan selamat HAN bagi semua anak-anak yang ada di 3 lembaga ini, selamat mengikuti berbagai kegiatan yang telah difasilitasi oleh pihak sekolah dan YBLL.
Sementara itu Koordinator YBLL Kabupaten Manggarai, Frederik Baru dalam pemaparan materinya menyampaikan pemanfaatan bambu bagi kehidupan peserta selama ini. Mulai dari adat kebiasaan masyarakat yang sudah sejak lama menggunakan bambu dalam pembuatan tenda hajatan, memotong pusar bagi bayi yang baru lahir serta manfaat lainnya. Sementara dari segi ekologis/lingkungan bambu merupakan salah satu tanaman yang dapat menyimpan air dalam jumlah yang tinggi, menyerap karbon yang tinggi, penahan tanah agar tidak terjadi longsor. Sedangkan secara ekonomi bambu bisa diolah menjadi berbagai bahan kerajinan seperti meja, kursi, almari, pagar, balai-balai, tempat minum dan lain sebagainya. Sehingga harapannya sharing dan diskusi hari ini dapat memperkuat pengetahuan kita semua tentang penting nya bambu bagi kehidupan kita saat ini. Untuk itu harapannya sebagai generasi muda diskusi ini hendaknya menggugah hati semua pihak untuk mulai membudidaya bambu, merawat serta mengelola bambu untuk berbagai kebutuhan kehidupan kita kelak.
Kegiatan hari pertama ini ditutup dengan sekolah lapang masing-masing sekolah mengutus perwakilan dari murid maupun guru pendamping melihat rumpun bambu yang ada di lokasi daerah aliran sungai Wae Bacel. Di lokasi sekolah lapang ini tenaga teknis YBLL, Vet Dirman menjelaskan teknik dasar cara perawatan bambu, pemilihan bambu yang siap dipotong dan ciri-ciri fisik bambu yang layak digunakan. Sampai pada teknik pengambilan bambu untuk dibudidayakan serta cara sederhana pengawetan bambu.
Pada sekolah lapang ini juga dilakukan pengecekan jalur yang dilalui murid dari Desa Tado yang mengenyam pendidikan di SMPN 7 Satarmese dan SMAN 4 Satarmese. Fakta lapangan menunjukan situasi jalur yang mereka lalui cukup ekstrim pada saat musim hujan terjadi, meluapnya air, jalan yang licin, pohon yang tumbang sering kali mengganggu perjalanan 52 anak dari Desa Tado yang melanjutkan pendidikan di 2 lembaga tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini; Pimpinan 3 Lembaga (SDK Woa, SMPN 7 Satarmese, SMAN 4 Satarmese), para Guru, Pegawai serta murid dan pihak YBLL.
Sementara untuk kegiatan hari kedua difokuskan pada pengolahan bambu untuk dijadikan berbagai kerajinan sesuai pilihan masing-masing murid seperti tempat sampah, pagar, meja, rak buku, tempat duduk, hiasan kelas dan berbagai hasil karya lainnya. Semua karya tersebut akan dipamerkan dalam gelar karya sebagai rangkaian penutup di hari kedua kegiatan pelatihan ini.
YBLL akan memberikan doorprize bagi murid yang karyanya mendapat penilaian yang terbaik