SMPN 14 Satarmese Panen Kacang dan Jagung Hasil Program Green School

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 Satarmese di Kabupaten Manggarai perlahan mentransformasikan sistem pembelajaran yang lebih memiliki mutu dan berdampak nyata bagi siswa. Pertanian jadi salah satu sasarannya. Jumat, 25 hingga 30 Agustus 2025, sekolah yang berlokasi di Kecamatan Satarmese itu menggelar panen kacang tanah dan jagung hasil program Green School.

Tanaman sayur hultikultura program Green School SMP Negeri 14 Satarmese (istimewa )

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 Satarmese di Kabupaten Manggarai perlahan mentransformasikan sistem pembelajaran yang lebih memiliki mutu dan berdampak nyata bagi siswa. Pertanian jadi salah satu sasarannya. Jumat, 25 hingga 30 Agustus 2025, sekolah yang berlokasi di Kecamatan Satarmese itu menggelar panen kacang tanah dan jagung hasil program Green School.

Program green school atau sekolah hijau itu sendiri merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai dalam mendukung ketahanan pangan. Dimana setiap satuan Pendidikan untuk mendata aset sekolah mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TKK) hingga SMP.

Pemkab Manggarai mendorong lembaga pendidikan di wilayah itu agar bisa mengelola dan memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami berbagai macam tanaman hortikultura

Kepala Sekolah SMPN 14 Satarmese Maksimus Edon, Sabtu (30/8/2025) menyampaikan, program Green school di SMPN 14 Satarmese merupakan buah dari kerja kolaborasi yang nyata dari para guru, murid dan orang tua siswa. Pengelolaan kebun sekolah untuk tanaman hortikultura di sekolah tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari awal tahun 2024 kali lalu.

Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman holtikultura di SMPN 14 Satarmese tersebut telah masuk dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) sekolan Tahun 2024 lalu..

"Setelah kami berdiskusi dan menganalisis aset dan potensi yang ada di sekolah, maka kami membentuk tim untuk merumuskan program strategis sekolah, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka Panjang,"ungkap Maksi Edon.

Maksi Edon mengatakan, Tahun 2024 lalu program pengelolaan kebun sekolah ini masuk dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pancasila (P5). Adapun tanaman holtikultura yang dikembangkan seperti, cabe keriting, terong dan jenis sayuran lainnya.

Ia mengaku, pada awal program pengembangan tanaman holtikultura di SMPN 14 Satarmese itu, para guru dan murid mengelola lahan secara bersama-sama, mulai dari pembukaan lahan sekolah, pengolahan, persemaian benih, perawatan hingga panen.

"Mengingat di kebun sekolah yang ada belum pernah diolah sebelumnya dan hanya ditumbuhi pohon mete yang umurnya sudah tua.Hari ini, kita semua menyaksikan di kebun sekolah bahwa apa yang dikerjakan oleh seluruh warga sekolah tiga bulan lalu akhirnya panen juga,"tutur Maksi Edon.

Maksi Edon mengatakan, tahun 2025 pihaknya memilih tanaman kacang tanah dan jagung sebagai jenis tanaman yang paling banyak ditanam, selain beberapa jenis tanaman lainnya. Pada panen kali ini, dirinya mengundang tim dari BPP Pertanian Kecamatan Satarmese untuk hadir di SMPN 14 Satarmese guna melihat langsung lahan holtikultura serta melihat hasil panen dari apa yang dikembangkan warga sekolah selama ini.

Selain itu, kehadiran BPP Pertanian Kecamatan Satarmese juga sebagai bentuk membangun kolaborasi lintas sektor sesuai bidang keahlian masing-masing.

"Harapannya, masukan dan pendampingan dari rekan-rekan penyuluh dan dinas Pertanian Kabupaten Manggarai dapat meningkatkan pemahaman warga sekolah secara menyeluruh dalam bidang pertanian," harap Maksi Edon.

Maksi Edon menambahkan, dengan kehadiran tim teknis bidang pertanian, pihaknya ingin menjadikan program green school ini sebagai salah satu program prioritas sekolah. Membekali para murid menjadi petani modern yang dapat menghidupkan diri mereka dan keluarga.

"Melihat banyak orang muda yang tidak lagi tertarik dengan dunia pertanian, sementara lahan tidur semakin banyak dan sebagian besar masyarakat kita memilih untuk merantau ke luar daerah,"ungkapnya.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Satarmese, Belasius Badur menjelaskan, kegiatan pertanian dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Pihaknya mendukung program pengembangan tanaman holtikultura di SMPN 14 Satarmese.

Ia mendorong, para siswa-siswi SMPN 14 Satarmese bergerak dalam sektor pertanian karena generasi sekarang ini yang mau bergerak pada bidang pertanian sangat kecil.

"Saya sangat sepakat, jika pembiasaan bertani ini sejak dini, di mulai dari usia SD dan SMP. Sehingga kita tidak kekurangan pangan lantaran kekurangan sumber daya manusia yang mengerjakannya," tuturnya.

Ia berjanji, akan mendukung penuh pengembangan tanaman holtikultura di SMPN 14 Satarmese. Pihaknya akan melakukan pendampingan secara teknis oleh penyuluh pertanian. Serta akan membantu benih sesuai dengan program BPP Pertanian Kecamatan Satarmese.

"Keberhasilan panen kacang tanah dan jagung pada 29 Agustus 2025 menjadi titik tolak bagi pihak SMPN 14 Satarmese untuk melangkah lebih jauh.Sebagai bentuk dukungan, kami akan menyerahkan benih cabe rawit, pepaya California, alat-alat pertanian untuk SMPN 14 Satarmese," ujar Belasius.*

#Teknologi
SHARE :
Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT